Her Private Life, Tentang Dua Sisi Hidup Seseorang

Her Private Life, Tentang Dua Sisi Hidup Seseorang

Pas lagi hype BTS Meal, aku sempat geleng-geleng kepala pas baca beritanya. Gilak banget. Banyak orang, mostly abang-abang ojek online, yang rela mengantre berjam-jam di store McD padahal saat itu masih pandemi. Perasaanku saat baca berita saat itu antara kasihan sama banyak orang yang mengantre sampai berjam-jam, miris karena situasi masih pandemi, tapi amazing pas ternyata banyak yang kasih tip besar ke abang ojol karena lamanya mengantre.

Belum lagi berapa perputaran uang yang terjadi karena BTS Meal ini. Ada yang bilang stok untuk sebulan langsung habis dalam sehari dan Indonesia adalah negara yang paling laris atau laris tercepat dalam penjualan BTS Meal ini. Padahal kalau aku lihat wujudnya, Ya Allah cuma minuman, kentang, nugget, sama saus yang dikemas dengan warna dan logo BTS. Ternyata sebegininya ya kehidupan seorang fans zaman sekarang.

Yups, yang perlu digarisbawahi zaman sekarangnya karena dulu pun aku pernah jadi fans berat artis, Westlife. Tapi ya cuma sebatas ngumpulin pernak-pernik dan albumnya. Kalau mungkin aku dulu hidup di Jakarta, bisa jadi aku merengek ke ibuku buat minta dibeliin tiket konsernya. Atau kalau zaman dulu sudah ada penjualan merchandise idola yang bekerja sama dengan pihak ketiga, mungkin saja aku juga bisa segila ARMY. Kalau sekarang sih aku udah tobat. Tapi aku nggak pernah nyesel karena pernah fangirling boyband. Bagiku, kenapa nggak buat suka sama idola asalkan kita masih bisa hidup dengan normal di real life-nya. Kayak Park Min Young di drama Her Private Life ini.

Sinopsis Her Private Life

Drama: Her Private Life (English & literal title)
Revised romanization: Geunyeoui Sasaenghwal
Hangul: 그녀의 사생활
Director: Hong Jong-Chan
Writer: Kim Sung-Yeon (novel)
Network: tvN
Episodes: 16
Release Date: April 10 – May 30, 2019
Runtime: Wed. & Thu. 21:30
Genre: Romantic-Comedy
Language: Korean
Country: South Korea

Hidup Sung Deok Mi antara siang dan malam berbeda jauh. Saat siang, ia bekerja sebagai kurator utama di Galeri Chaeum, sedangkan saat malam ia berperan jadi admin sebuah komunitas online yang mengidolakan Cha Shi An (ONE), seorang personil dari boyband White Ocean. Namun, ia menjalani peran sebagai fangirl secara diam-diam karena banyak orang tidak suka dengan fenomena fans fanatik ini, termasuk ibu dan Eom So Hye, atasannya di galeri.

[irp posts=”546″ name=”The Day of Becoming You, ketika Superstar Bertukar Jiwa”]

Karir Sung Deok Mi di galeri terguncang saat direktur galeri kecipratan skandal dana dari suaminya dan mengundurkan diri. Apalagi setelah tahu direktur penggantinya adalah Ryan Gold (Kim Jae Wook), orang menyebalkan yang pernah ia temui saat pelelangan lukisan di Beijing dan jatuh bersama di bandara saat ia sedang memotret Cha Shi An.

Sementara itu, kedatangan Ryan Gold di Korea salah satunya adalah untuk mencari ‘obat’ bagi dugaan penyakit Syndrom Stendhal yang membuatnya jadi tidak bisa melukis kembali. Penyakitnya ini terjadi karena pertemuannya dengan lukisan Lee Sol, seorang pelukis misterius yang lukisannya digemari juga oleh Cha Shi An.

Keberadaan Ryan Gold di Galeri Chaeum ternyata tidak membuat suasana galeri menjadi lebih adem buat Deok Mi. Bahkan dia sempat dipecat oleh Ryan karena kesalahpahaman. Namun, setelah minta maaf dan menyadari kesalahannya, Ryan pun memperbolehkan Deok Mi untuk kembali bekerja di galeri. Dan mereka merencanakan untuk membuat pameran yang melibatkan publik figur untuk perayaan ulang tahun ke 5 Galeri Chaeum. Salah satu publik figur yang diajak untuk memamerkan koleksi lukisannya adalah Cha Shi An.

Sebelum pameran, Deok Mi dan Ryan pun bertemu Shi An terlebih dahulu untuk ngobrol banyak. Hanya saja, saat pertemuan mereka terjadi sesuatu yang membuat fans Shi An yang lain, Shindy membuat gosip kalau Deok Mi dan Shi An pacaran. Untuk meredam skandal itu, Ryan pun menyanggupi untuk berpura-pura menjadi pacar Deok Mi.

[irp posts=”10″ name=”Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak”]

Sayangnya, Shindy yang ternyata anak dari direktur yang sebelumnya magang di galeri. Hal ini membuat sandiwara Deok Mi dan Ryan keterusan hingga di lingkungan kantor. Lambat laun, mereka pun menyadari perasaan spesial yang terjalin satu sama lain. Sayangnya, Deok Mi masih enggan kalau bosnya itu tahu kalau ia sebenarnya seorang fangirl. Sementara Ryan pun belum membereskan masa lalunya yang terus-menerus menghantuinya dan menjadi mimpi buruk baginya.

Lalu, akankah cinta mereka akan terjalin atau justru berhenti di tengah jalan karena banyak tantangan dan rintangan yang menghadang di depannya?

Review Her Private Life

Mungkin kalau ada yang baca tulisan ini, aku akan diketawain. Ya ampun ini kan drakor dah lama, kemana aja elo? Hahaha

Ya gimana atuh, habis Hometown Cha Cha Cha tamat, aku belum nemuin lagi drakor on going yang sreg di hati. Yang temanya unyu dan nggak berat tapi juga banyak pelajaran hidupnya. Jadilah nonton drakor lama aja deh dan pilihannya jatuh ke Her Private Life. Alasannya sih karena selain genrenya romcom, aku lebih suka kalau pemainnya usia-usia matang gini. Karena biasanya akting dan chemistry mereka lebih mantap.

[irp posts=”739″ name=”Hometown Cha Cha Cha, Drama Terakhir Kim Seon Ho?”]

Kim Jae Wook berperan sebagai Ryan Gold. Tapi karena orang Korea susah ngomong R dan pelafalan R di depan pada huruf hangeul itu jadi L, jadilah dia sering dipanggil dan diidentikkan dengan Lion atau singa. Selain itu, sosoknya juga ketus dan cenderung ‘galak’ kalau lagi menilai lukisan, kayak singa, haha.

Karakter Ryan ini punya banyak flaw akibat trauma masa kecilnya. Dia hidup terpisah dari orang tuanya hingga akhirnya jadi anak panti dan diadopsi di Amerika. Inner child-nya banyak banget deh. Makanya biasanya karakter dengan inner child yang banyak, outputnya jadi orang yang dingin, temperemen, tertutup, dan terkesan kejam.

Awalnya, sosok Ryan ini juga jauh dari standar gentelman ala drama Korea di mana kalau ada cewek mau jatuh dia tampanin (tentu dengan adegan slowmo) atau melindungi perempuan saat diserang sesuatu. Nggak. Ryan ini lumayan cuek. Deok Mi jatuh karena heels-nya kesangkut di tangga aja dia biarin. Atau saat Deok Mi dilemparin telur sama penggemarnya Shi An, dia telat datang. Bahkan saat Deok Mi ditampar sama mantan direktur galeri aja cuma dilihatin sama dia.

Pertamanya emang kesal karena stereotip male lead drama Korea apalagi yang genre romcom atau romantic kan nggak gitu. Mereka biasanya jadi ‘malaikat pelindung’ ke perempuan even belum pernah ketemu atau baru kenal. Tapi ini si Ryan cenderung cuek.

Walaupun gitu, dia ternyata orang yang gentle karena selalu berani minta maaf duluan kalau memang dia salah. Satu poin plus ya sudah dikantongi. Poin plus lainnya ya karena dia gantenglaaah dan manly banget suaranya, hahaha.

Selain itu, aku juga outfit atau wardrobe yang dipakai Ryan Gold. Sebagai direktur dan orang seni, outfitnya cukup trendi dan nggak kaku. Dahlah, aku bosan sama gaya direktur yang resmi banget: celana kain, sepatu pantofel, kemeja, dasi, dan jas.

Park Min Young entah kenapa selalu identik sama mbak-mbak pekerja kantoran. Ini drakor kedua dia yang aku tonton dan dia berperan sebagai career woman dengan outfit yang udah deh nggak ngerti lagi kenapa selalu bagus kalau Min Young pakai outfit kantoran.

Kalau cantik, ya udah lah ya emang banyak orang mengakui dia cantik. Badannya juga bagus meskipun aku rada kurang suka sama proporsinya. Tapi amazingnya, dia selalu cakep kalau pakai baju apapun itu. Belum lagi model rambutnya dan jalannya yang selalu bikin aku mengira kalau pakai high heels itu jalannya bisa segampang itu.

Deok Mi ini berasal dari keluarga pas-pasan yang hangat. Dia punya ayah ibu yang menyayangi. Sahabat yang udah kayak kakak sendiri, Nam Eun Gi, dan sahabat tajir yang udah karib banget, Lee Soon Jo. Dia kerja sesuai passion dia di bidang seni dan masih bisa nge-fangirling.

Di sini dia diceritakan udah berumur 30 plus dan masih jadi fangirl garis keras. Kalau di Indonesia, usia segini kayaknya udah jarang yang jadi fangirl garis keras ya karena rata-rata udah bergelut sama rumah tangga dan anak. Kalau yang single juga udah lelah juga kali ya walaupun aku yakin ya pasti ada aja sih. Yang biasa aku lihat, fangirl itu ya usia belasan tahun dan 20-an. Makanya rada aneh aja kalau ada yang udah 30 plus masih antusias dan banyak energi buat jadi fangirl. Mungkin kalau di Korea beda kali ya. Secara umur hampir 40an aja mukanya masih kayak SMA dan energinya masih kayak anak muda.

Sejujurnya, untuk drama romcom aku suka banget sama ceritanya tapi SEBELUM Deok Mi-Ryan jadian. Sebenarnya aku nggak masalah dengan plotnya, hanya saja ketika mereka berdua udah jadian tuh kayak sparks ceritanya tuh hilang. Kurang menarik aja jadinya karena ‘ya udahlah mereka udah jadian, mau apa lagi?’.

Untungnya, kisah cinta Ryan-Deok Mi masih manis ya. Nggak yang uwu-uwu bucin lebay. Manis dan romantisnya pas. Ya mungkin juga karena di sini diceritakan kisah cinta mereka tuh kisah cinta dewasa karena sama-sama 30+ usianya. Trus chemistry mereka berdua tuh dapat banget walaupun banyak orang yang juga akan suka chemistry Park Min Young-Park Seo Joon. Tapi di drama ini, Park Min Young juga bisa dapat chemistry yang cucok sama Kim Jae Wook.

Sebenarnya, selain kisah cinta Ryan-Deok Mi, banyak pelajaran soal parenting atau hubungan anak-orang tua yang bisa dijadikan pelajaran dalam drama ini. Kayak kisah hubungan Hyo Jin (Kim Bo Ra) dengan ibunya yang otoriter dan nggak pernah bisa mengerti kesukaan anaknya. Atau kisah Eun Gi dan ibunya  yang berjarak. Dan tentu saja kisah Ryan dan ibu kandungnya dan ibunya Deok Mi. Hanya saja, penyelesaian masalah-masalah orang tua-anak khususnya masalah Ryan dan masa lalunya tuh ditaruh di episode-episode akhir. Jadi terkesan buru-buru banget.

[irp posts=”622″ name=”Mengenal Arti Keluarga dari Unforgettable Love”]

Trus penyelesaiannya juga bikin aku yang ‘Hah, cuma gitu doang?’. Dah lah hati Ryan Gold seluas samudra baiknya. Inner child dan trauma masa lalunya yang selalu membayangi setiap harinya, bikin dia punya habit nggak mau pegang tangan orang seumur hidupnya, bahkan sampai jadi mimpi buruknya, diterima begitu saja tanpa ada perlawanan. Bikin cerita jadi tiba-tiba antiklimaks dan karakternya terlalu angelic.

Belum lagi ada beberapa tindakan atau perbuatan yang kayaknya kok nggak begitu logis. Kayak ibunya Ryan kehilangan anaknya, kenapa nggak dicari lewat kantor polisi atau segala cara, bikin iklan kek, pasang pengumuman, atau apalah itu buat nemuin anaknya. Padahal katanya ini anak kesayangannya, lho. Bahkan setelah itu dia masih bisa menikah lagi dan hidup di luar negeri yang berarti dia tajir. Tapi nyari anaknya sendiri usahanya kok minim banget.

Cuman ya lagi-lagi kan namanya juga deramaaahh. Kalau langsung ketemu, nggak jadi panjang donk ceritanya, wkwkwkwk.

Sementara itu, aku malah suka banget karakter Deok Mi dan bagaimana dia bereaksi terhadap emosi Ryan Gold. Dia peka banget saat Ryan dengan ganjilnya tengah malam ke rumahnya. Atau bagaimana dia bereaksi saat Ryan sedih, dia nggak maksa buat cerita dan kasih ruang buat Ryan release emosinya. Benar-benar dewasa banget karakternya dalam menyikapi emosi.

Selain kisah cinta mereka dan kehidupan masa lalunya, aku juga suka banget kehidupan kantornya. Squad mereka berempat plus Ryan sebagai direktur tuh kompak banget walaupun awalnya Hyo Jin ini nyebelin. Tapi akhirnya, mereka bisa melebur dan bikin sebuah pameran yang idenya out of the box. Menggabungkan antara Ryan yang ‘nyeni’ banget dan Hyo Jin serta Deok Mi yang fangirling dan di mata orang-orang kesannya alay banget.

Aku juga jadi tahu bagaimana kehidupan sebuah galeri seni yang notabene di Indonesia masih jarang atau belum umum sebagai tempat orang mencari nafkah serta lika-liku untuk menyiapkan sebuah pameran seni. Padahal sebelumnya, aku pernah baca Wattpad yang background karakternya kerja di galeri seni. Tapi nonton dalam bentuk drama dan audiovisual tuh lebih seru ya.

Buat kalian yang suka drama romcom yang ceritanya ringan atau bingung pengen nonton drakor lama, cobain deh nonton Her Private Life ini. Nonton drama ini tuh bikin aku jadi pengen olahraga biar bisa punya badan sebagus Park Min Young, hahaha.

0 Comments
Previous Post
Next Post