Hospital Playlist 2, Drama Medis yang Bagus Sih, Tapi….

Hospital Playlist 2, Drama Medis yang Bagus Sih, Tapi….

Menemukan dokter yang tepat apalagi buat orang yang sedang terapi, penyembuhan, atau treatment apapun itu tuh kayak suatu keberuntungan tersendiri. Kayak aku pas lagi program hamil, bolak-balik ke dokter, hamil, dan nggak pernah berhasil sampai melahirkan tuh rasanya sedih banget. Padahal sudah benar-benar pilih dokter bagus.

Ya, mungkin karena emang takdirnya gitu….

Iya sih. Kalau ngomongin takdir juga sebagus apapun dokter kalau memang sudah takdirnya nggak berhasil, ya nggak akan berhasil. Makanya pas promil terakhir, yang ketiga, dan aku nemu dokter yang cocok tuh rasanya senang banget. Sampai-sampai semua perjalanannya aku tulis di blog, aku sebutkan nama dokternya, aku rekomendasikan ke banyak orang yang nanya, aku berteman dengan banyak perempuan yang juga promil dengan beliau, aku jawabin semua pertanyaan mereka soal promil di dokter tersebut, hingga aku terima dengan senang hati satu per satu kabar mereka yang akhirnya berhasil hamil dan melahirkan.

Bagiku, nemu dokter yang cocok, sevisi, menjaga pasien sampai tujuannya tercapai tuh kayak berlian banget. Jarang-jarang soale. Mungkin juga aku akan begini kalau ketemu dan periksa di dokter-dokter kayak di Hospital Playlist.

Sinopsis Hospital Playlist 2

Revised romanization: Seulkirowoon Uisasaenghwal 2
Hangul: 슬기로운 의사생활 2
Director: Shin Won-Ho
Writer: Lee Woo-Jung
Network: tvN
Episodes: 12
Release Date: June 17 – September 16, 2021
Runtime: Thursday 21:00
Language: Korean
Country: South Korea 

Hospital Playlist 2 masih bercerita soal kehidupan 5 dokter spesialis bedah di RS Yulje yang juga bersahabat. Mereka adalah Lee Ik Joon (Jo Jung Seok) dokter spesialis bedah umum, Ahn Jeong Won (Yoo Yoon Seok) dokter spesialis bedah anak, Chae Song Hwa (Jeon Mi Do) dokter spesialis bedah saraf, Yang Seok Hyeong (Kim Daemyung) dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta Kim Jun Wan (Jung Kyung Ho) dokter spesialis bedah toraks-kardiovaskular.

Setelah tahun baru, kehidupan 5 dokter ini berjalan seperti biasanya. Setelah batal menjadi pastur dan berakhir dengan mencium Jang Gyeoul, Ahn Jeong Won akhirnya malah jadian dengannya. Kim Jun Wan juga harus menjalani pola hubungan baru dengan Lee Ik Soon karena mereka harus berjauhan dengan jarak Korea-London.

Sementara itu, Chae Song Hwa sudah tahu ‘teman’ yang dimaksud Ik Joon dalam season yang sebelumnya. Ia jauh-jauh kembali ke Yulje untuk bicara soal ‘teman’ itu pada Ik Joon. Terakhir, masa lalu Yang Seok Hyeong datang lagi dalam hidupnya di saat ia sudah mau tutup buku dan ada residen obgyn yang dari dulu masih setia mengejarnya, Chu Min Ah.

Ahn Jeong Won yang sedang berbunga-bunga apakah akan bertahan mulus terus bersama Jang Gyeoul?

Bagaimana kehidupan percintaan Kim Jun Wan dan Lee Ik Soon setelah mereka menjalani LDR?

Sekeras apa perjuangan Chu Min Ah untuk meluluhkan dan mendapatkan hati Yang Seok Hyeong yang pernah tersakiti?

Lalu apakah perasaan Lee Ik Joon terhadap Chae Song Hwa akan berbalas atau malah bertepuk sebelah tangan?

Review Hospital Playlist 2

Seperti halnya season 1-nya yang baik itu cerita dan ratingnya bagus, pun dengan season 2. Ekspektasi kita (aku sih khususnya) sama pecinta drama ini terpuaskan dari episode per episode-nya. Nonton drama ini tuh heart warming banget. Dan salah satu hal yang bikin kenapa banyak orang cinta dan sayang banget drama ini tuh karena diputarnya (saat masih on going) tuh seminggu sekali. Kadang malah ada minggu-minggu tertentu yang ditunda penyiarannya justru jadi kangen banget. Kayak lagi PDKT trus ditarik ulur dan ini nariknya kelamaan jadi malah bikin penasaran.

Season kali ini masih bercerita tentang kehidupan mereka di rumah sakit setelah tahun baru tiba. Banyak hal pun terjadi, para residen baru telah tiba, dan beberapa residen pun naik menjadi dokter madya. Bukan cuma kehidupan di rumah sakit, operasi, pasien, dan penyakit yang jadi fokus cerita. Kali ini kehidupan asmara masing-masing genk 99 ini juga dibahas.

[irp posts=”102″ name=”You are My Hero, Kisah Cinta Pekerja Kemanusiaan”]

Banyak muka baru bermunculan, tapi yang lama dan bertahan ya jauh lebih banyak. Jadi fokus cerita bukan cuma ke 5 orang ini aja, banyak personal lain yang juga diceritakan baik itu kehidupan pribadinya atau kehidupan mereka di rumah sakit tanpa merusak dan menenggelamkan cerita 5 orang tokoh utamanya. Semuanya punya porsi yang pas, bahkan untuk pasien pun kita akan dibawa untuk melihat sedikit latar belakang mereka. Aku selalu kagum sama gimana penulis dan sutradara di sini menceritakan bagian per bagian lainnya tanpa merusak kisah 5 tokoh utamanya sebagai highlight.

Sebagai 5 orang yang didapuk untuk tokoh utama, masing-masing tokoh juga mengalami perjalanan serta perkembangan karakternya masing-masing.

Lee Ik Joon masih hampir sama seperti yang dulu. Ganteng, ceria, pintar, tukang kepo, pandai bergaul, ayah yang hangat, dokter ramah, bertangan dingin, dan pintar menyanyi. Pokoknya Ik Joon tuh serbabisa banget deh, Hanya saja, di season 2 ini mulut lemesnya semakin menjadi-jadi. Makanya banyak yang bilang kalau dia lambe turah-nya Yulje. Sumpah lah, buat dokter bedah yang sepertinya sangat sibuk dan rentan stres, Ik Joon tuh terlihat jauh dari itu. Dia masih happy kesana-kemari dan menggosip dengan ceria. Dia juga masih sempat ngeband, karaokean, bahkan ikut pertandingan tenis meja. Sayangnya, orang sepeka dan sekepo dia kenapa sampai luput tahu kalau adiknya berpacaran dengan sahabatnya sendiri?

Ahn Jeong Won masih digambarkan sebagai dokter anak yang baik hati, penyayang, hangat, anak terakhir yang berbakti, religius, dan pintar. Namun, di season 2 ini dia jadi kelihatan seperti anak kecil kalau di dekat Jang Gyeoul dan bucin banget. Kadang jengah juga ngeliat scene dia sama Gyeoul yang menurutku malah terlalu lebay. Iya sih baru pertama pacaran setelah 40 tahun hidup, tapi justru kalau kebanyakan manis-manisnya ya terlalu giung. Walaupun begitu, aku tetap suka sama relationship couple winter garden ini sih karena hubungannya sehat banget.

Sebagai anak terakhir keluarga chaebol, Jeong Won juga tergolong anak baik banget terhadap orang tuanya. Dan mamanya adalah ibu sosialita yang bijak karena membiarkan anaknya berpacaran dengan siapapun tanpa memandang mereka sederajat atau nggak. Jadi jangan harap ada adegan khas mak-mak tajir nggak setuju sama pacar anaknya karena biasa aja. Nggak. Mama Rosa bukan tipe yang seperti itu. Dari sini aku bisa menarik sedikit kesimpulan kenapa Jeong Won tumbuh menjadi anak yang baik ya mungkin saja karena dibesarkan sama Mama Rosa yang begitu bijak.

Kim Jun Wan adalah karakter favoritku. Sosoknya yang paling mendekati realitas. Dia pintar, tegas, cenderung galak, blak-blakan sama pasien, lugas, tukang ngegas, tapi hatinya baik dan sensitif banget. Di season 2 ini, aku melihat perubahan karakternya jadi lebih lembut, mungkin juga karena dia sedang berbunga-bunga karena sudah punya pacar. Dia sudah jarang ngegas sama bawahannya, tapi tetap ‘nakutin’ sosoknya karena kalau ketemu dokter magang suka ngetes dengan nanya dadakan.

Kim Jun Wan di season 2 sosoknya menurutku sedikit berubah. Selain lebih lembut, dia juga hampir terperosok jadi sadboy. Untungnya masalah percintaannya nggak mengubah dia jadi sosok yang nggak profesional. Yang aku suka di balik kejutekannya, dia adalah orang yang peka banget sama pasien. Dokter yang pintar tapi ngomong apa adanya dan tegas yang bisa membekaskan kesan ‘galak’ di pasien kayak dia sepertinya sering kita temui di dunia nyata kan?

Yang Seok Hyeong yang punya masa lalu paling berliku akhirnya punya kisah cinta yang manis di season 2. Aku paling suka dengan perkembangan karakternya dari season 1 ke season 2. Di season 1, dia adalah orang yang dingin, antisosial, dan susah didekati oleh rekan kerjanya. Walaupun kalau di depan pasien dia adalah dokter yang manis dan teman yang asyik di genknya.

Di season 2 ini kita akan dibukakan dengan cerita misterius kehidupan pernikahan Seok Hyeong sebelumnya dan bagaimana perubahan karakternya yang dingin jadi hangat serta penyayang. Scene-scene pasien dengan dokter kandungan ini juga suka bikin aku mrebes mili, mungkin karena relate kali ya, aku seorang ibu dan scene-nya selalu tentang perjuangan seorang ibu.

Sebagai satu-satunya perempuan di Genk Punggung Dinausaurus, Chae Song Hwa udah kayak ratu. Sosoknya mendekati sempurna. Dia cantik, baik, pintar, ramah, bertangan dingin, hangat dengan bawahan, sigap sebagai dokter, pintar main gitar, hanya saja buta nada. Kalau hampir sesempurna ini, gimana Ik Joon nggak jatuh cinta dan rela nunggu bertahun-tahun cobak? Pantas aja dulu Seok Hyeong juga naksir dan Mama Rosa menganggap Song Hwa adalah menantu idaman.

Season 2 ini cerita bukan hanya berfokus pada kehidupan rumah sakit, tetapi juga 5 orang anggota Genk 99. Di season 1, kisah cinta yang sudah kelihatan jelas hanya kisah Kim Jun Wan-Lee Ik Soon. Tapi di season 2 ini, semua anggota genk berakhir bahagia dengan kisah cintanya masing-masing.

Yang paling aku suka, jelas kisah cinta Gom-Gom couple alias Chu Min Ah dan Yang Seok Hyeong. Setelah menunggu 2 season, gigih, dan menebalkan muka, akhirnya Min Ah berhasil buat membuat hati Seok Hyeong luluh. Padahal masa lalu Seok Hyeong itu lumayan buruk. Sebenarnya 11-12 sama Ik Joon yang juga pernah gagal berumah tangga, hanya saja Ik Joon ketutup sama sifat dia yang ceria. Sedangkan Seok Hyeong cenderung lebih dingin dan tertutup.

Kisah cinta Min Ah dan Seok Hyeong itu manis banget. Apalagi kalau pas Seok Hyeong ngomong ke Min Ah tuh halus banget. Sementara aku juga suka pribadi Min Ah yang ceria dan blak-blakan. Keluarganya juga baik dan bisa saling melengkapi dengan Seok Hyeong.

Sedangkan Winter Garden couple sudah mencuri perhatian dari episode 1 drama ini. Hubungan mereka sangat sehat walaupun kadang Gyeoul suka telat jujurnya. Saking manisnya hubungan mereka, kadang sampai giung karena Andrea maunya nempel dan gelendotan mulu sama Gyeoul. Andrea yang anak terakhir jadi terkesan manja banget di sisi Gyeoul, anak perempuan pertama yang berbahu baja karena menghadapi banyaknya masalah keluarga. Rada timpang sih menurutku.

Sementara itu banyak orang yang mendoakan Song Hwa-Ik Joon bersatu akhirnya terkabul. Padahal tadinya aku berekspektasi kalau mereka berlima tetap akan terus temenan buat membuktikan bahwa cewek dan cowok bisa lho bersahabat sampai tua. Ternyata sama aja. Song Hwa-Ik Joon tak jauh dari pameo “cewek dan cowok nggak bisa temenan tanpa ada rasa apa-apa”. Ternyata mereka pun menyerah pada pameo itu.

Kalau aku bilang drama ini bagus banget, pasti banyak yang setuju. Sebagus itu sih emang karena selain banyak hal yang relate sama kenyataan, castnya juga sangat bagus memerankan masing-masing karakter walaupun itu cuma supporting role. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari drama ini. Scene-scene-nya penuh makna dan bikin yang nonton ketawa atau menitikkan air mata sendiri.

Tapi kalian yang nonton nyadar nggak sih, di balik dramanya yang buagus banget ini banyak hal-hal di dalamnya yang too good to be true?

Dari karakter aja, 5 orang tokoh utama aja almost perfect. Kayak nggak real. Cantik/ganteng, pintar, baik, bertangan dingin, hampir semua operasi yang mereka jalani berhasil, pintar bermusik, hangat, dan masih banyak lagi kebaikannya.

Padahal aku pernah baca, menambahkan flaw/kelemahan pada karakter dapat menjadikan karakter lebih realistis. Kalau yang aku lihat, 5 dokter ini dah kayak malaikat.

Emang sih kayak Song Hwa buta nada, Jun Wan emosian, Ik Joon diselingkuhi, atau Seok Hyeong punya mantan istri pencuri tapi menurutku kelemahan itu berasa kecil banget sama mereka.

Belum lagi kalau melihat keadaan di drama tuh selalu serba lancar. Orang kecelakaan atau sakit parah banget masih bisa terselamatkan karena: tim medis di IGD sigap, dokter utama yang menangani bertangan dingin, nggak ada sama sekali keluhan biaya untuk operasi-operasi besar yang membutuhkan waktu berjam-jam. Bisa jadi sih, ini menandakan sistem kesehatan di Korea yang udah bagus banget dengan dokter sigap sepanjang waktu (nggak ada sistem kayak di Indonesia pasien harus nunggu dokter yang dalam perjalanan praktik dari RS lain), alat di rumah sakit yang lengkap, dokter utama yang selalu berhasil menangani suatu kasus, nggak ada permasalahan sama biaya atau asuransi yang meng-cover, atau problem kehabisan kamar. Kalau memang realitanya benar seperti ini, salut dan acung jempol banget dengan sistem kesehatan di Korea.

Walaupun banyak hal terlihat too good to be true, tapi aku senang karena pernah dengar berkat drama ini angka donor organ di Korea Selatan jadi meningkat. Karena memang ada episode tertentu yang menceritakan tentang donor organ. Ini berarti, tontonan yang di-deliver nggak hanya habis sebagai sebuah kesenangan melainkan juga ngasih pelajaran dan impact positif ke banyak orang. Berkat nonton drama ini juga, aku jadi punya banyak insight baru soal dunia kesehatan.

Kalian yang pengen icip nonton Drama Korea, bisa dimulai dari nonton drama ini. Bagus banget kok dramanya walaupun ada beberapa hal yang menurutku too good to be true.

0 Comments
Previous Post
Next Post