Turn On, Kisah Cinta ‘Cinderella’ ala Wattpad

Turn On, Kisah Cinta ‘Cinderella’ ala Wattpad

Kalian percaya cerita Cinderella nggak? Kisah gadis miskin yang secara nggak sengaja ketemu pangeran tampan nan kaya, jatuh cinta, lalu hidup bahagia selamanya. Kalau saya sih nggak, kalaupun ada prosentasenya hanya nol koma sekian persen. Kesenjangan hidup yang terlalu kentara kadang bikin sesuatu jadi mustahil.

Di dunia nyata, segala sesuatu terjadi dengan alasan. Even Ardi Bakrie yang tajir melintir menikah dengan Nia Ramadhani juga karena Nia cantik, punya body bagus, dan statusnya saat itu adalah selebriti yang sedang naik daun. Putri Diana dapat Pangeran Charles pun karena memang Diana juga cantik dan good manner walaupun pada akhirnya mereka juga nggak happily ever after. See? Nggak semuanya kayak di dongeng dan cerita novel.

Tapi, sesekali aku juga senang baca cerita kayak gini. Ringan dan mindblowing buat aku yang rakjel alias rakyat jelata ini. Kayak cerita yang satu ini, Turn On.

Sinopsis Turn On

Judul: Turn On
Genre: Roman
Negara: Indonesia
Sutradara:  Vemmy Sagita
Produser: Wicky V. Olindo
Penulis Naskah: Ve Handojo, Keke Mayang
Rumah Produksi: Screenplay Films, Wattpad Studios
Channel TV: Vidio
Jumlah Episode: 8
Masa Tayang: Mulai 14 Januari 2021
Jadwal Tayang: Setiap hari Kamis

Andreas Calvin Manik (Giorgino Abraham) yang terlihat sempurna dari luar ternyata menyimpan rahasia besar. Ia memiliki trauma mendalam yang mengakibatkan impoten akibat melihat mantan pacar yang amat disayanginya, Ziezie (Sonia Alyssa) berselingkuh dan berhubungan badan dengan sahabatnya sendiri, Arda (Cinta Brian) saat mereka sedang LDR.

Baca Juga:   Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota

Sejak saat itu, Andreas menjadi dingin pada wanita dan tak tersentuh meskipun sang kakak dan ayahnya terus mendesak agar ia lekas menikah. Sayangnya Andreas tetap menolak termasuk mengacuhkan Flora (Erika Carlina), sahabat sekaligus teman sekantornya yang sudah lama tergila-gila padanya. Hal ini membuat sang kakak curiga kalau Andreas memiliki kelainan pada dirinya.

Maria Agustina (Clara Bernadeth) merupakan gadis yatim piatu yang bekerja sebagai staf biasa di kantor Andreas. Maria punya cita-cita sederhana yaitu memiliki toko kue sendiri. Sehari-hari, Maria yang tinggal dengan sang tante dengan ekonomi pas-pasan dan harus bekerja keras untuk bisa mewujudkan cita-citanya. Hingga suatu hari, ia nekat mencuri handphone Andreas atas perintah Flora yang mengiminginya modal untuk toko kue.

Baca Juga:   Perfect and Casual, Kisah Klasik Asyik Nikah Kontrak

Sayangnya, Maria kepergok Andreas saat hendak mencuri ponsel. Andreas yang saat itu sedang ditekan kakak dan menyadari penyakit ayahnya kembali kambuh, justru menawari Maria sebuah kesepakatan yaitu menikah kontrak dengannya. Maria yang butuh uang untuk mewujudkan mimpinya memiliki toko kue sendiri pun akhirnya menyetujui menikah kontrak dengan tenggat waktu tertentu.

Setelah menikah, Andreas bisa meredam semua gosip tentangnya dan Maria pun akhirnya mewujudkan cita-citanya memiliki toko kue dengan bantuan Andreas. Andreas yang semula menikah hanya karena formalitas dapat bonus yang tidak ia sangka-sangka yaitu ternyata ia bisa turn on alias terangsang kembali saat having sex bersama Maria. Sayangnya, di tengah-tengah pernikahan mereka yang sedang berbahagia muncul kembali Ziezie yang ternyata membuat berbagai ulah agar mendapatkan perhatian Andreas kembali.

Ulah Ziezie ternyata mampu mencuri perhatian Andreas. Dengan alasan kesehatan mental Ziezie, Andreas mau menuruti permintaan mantan kekasihnya itu. Tanpa mereka tahu, ternyata di balik semua itu ada Maria yang justru cemburu. Sementara Maria pun menghadapi masalah lain yaitu konflik dengan pacar tantenya yang mengetahui bahwa pernikahannya dengan Andreas hanya pura-pura dan berniat memeras Maria dengan mengancam menyebarkan informasi tersebut.

Lalu, apakah Andreas mampu kembali lagi pada Maria yang nyata-nyata berstatus sebagai istri sahnya? Atau justru memilih putar balik untuk bersama Ziezie yang menjadi cintanya selama ini?

Review Turn On

Aku tuh seneng banget ketika banyak series di Indonesia mulai diproduksi karena biasanya mereka punya skenario yang sudah matang, properti dan latar  yang niat, talent yang fresh, dan jumlah episode yang sedikit. Karena mereka nggak bergantung sama rating, jadi nggak ada cerita episode dipanjang-panjangin dan cerita malah jadi nggak masuk akal karena banyak yang nonton.

Sayangnya, beberapa series (atau film) apalagi yang diangkat dari cerita Wattpad premisnya hampir sama yaitu kalau nggak kawin kontrak ya perjodohan. Kek cerita Full House dibawa ke Indonesia trus di-remake. Sebut saja Wedding Agreement, My Lecture My Husband, My Perfect Husband, dan series Turn On ini. Motifnya masing-masing, tapi garis besar ceritanya hampir sama.

Baca Juga:   Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak

Sebagai pembaca Wattpad, aku malah nggak tahu ada judul ini di aplikasi. Judul karya Tiara Wales ini malah udah dibaca sampai puluhan juta pembaca dan aku nggak tahu, kemana aja aku? Dan gara-gara diangkat jadi series (plus ada iklannya segede gaban tiap buka Wattpad) akhirnya aku penasaran, memutuskan nonton, dan saking penasarannya sampai dibela-belain ngebut baca cerita aslinya di Wattpad meski harus beli koin (karena ini cerita udah nggak gratis).

Kalau dari segi cerita, series ini standar banget. Standar cerita Wattpad juga dengan ‘Full House’ effect-nya yang tentu saja buanyaaakk banget yang kayak gini di Wattpad. Hanya saja yang berbeda adalah di Wattpad mereka diceritakan masih kuliah, sementara di series sudah ada di dunia kerja. Lebih make sense yang di series menurutku.

Di series ini, tokoh, latar belakang, dan setting cerita lebih realistis dan manusiawi. Andreas contohnya, di Wattpad dia diceritain anak orang terkaya di Indonesia. Tipikal pria perfect: ganteng, pintar, digila-gilai cewek, kaya, tapi cool. Kelemahannya cuma impoten. Di Wattpad pula, Andreas ini toxic banget. Karena kaya jadinya dia semena-mena. Dia perlakukan Maria yang miskin kayak babu. Dia pula menurutku melakukan pelecehan seksual dengan memaksa mencium Maria tanpa consent. Pokoknya, aku pas baca Wattpad-nya kesal dan marah banget sama Andreas ini dan bersyukur karena penulis skenario series lebih memanusiakan seorang Andreas.

Kalau di series, tokoh Andreas lebih manusiawi. Dia emang ganteng dan kaya. Ya standar pengusaha pada umumnya lah tingkat kekayaannya. Udah gitu, Andreas emang dikenal cool tapi bukan yang kaku banget. Dia berkantor dan tetap ramah di lingkungan kantornya. Andreas yang ini tetap bisa tersentuh dan nggak semena-mena sama Maria. Semena-menanya dia sebatas nyuruh Maria bawain barang-barang ke rumahnya.

Sementara di Wattpad, Maria juga diceritakan sama sekali nggak punya power. Udah mah mukanya biasa aja, yatim piatu, miskin, lemah, disuruh apa aja mau, nggak terkenal, dan nggak pintar-pintar amat. Beruntunglah, di series Maria ini dibuat lebih manusiawi. Wajahnya cantik (siapa sih yang nggak anggap cantik Clara Bernadeth?), body-nya bagus, dan ya wajar aja kalau Andreas jadi turn on dan jatuh cinta sama Maria.

Walaupun ceritanya klise, aku suka banget setting series ini yaitu di Bali. Setting dan propertinya niat banget sih menurutku, padahal seriesnya diproduksi pas masa pandemi. Apalagi venue nikahannya Andreas-Maria yang bagus banget. Sayang saja ceritanya standar dan nyaris tergelincir jadi FTV (apalagi setting-nya di Bali) saking klise-nya.

Cast di series ini bukan wajah-wajah baru di dunia peran. Hanya saja, yang aku tahu cuma Clara Bernadeth sama Mathias Muchus aja aktingnya karena pernah nonton mereka di film atau series lain. Sementara Giorgino Abraham aku sama sekali nggak bisa komen soal aktingnya karena ya emang aku nggak pernah nonton sinetron.

Clara Bernadeth masih kelihatan cantik dan elegannya di sini. Kalau mau diposisikan jadi tokoh Maria yang cupu ya sama sekali nggak masuk. Meanwhile di film Imperfect dia cantik banget dan mewakili kelompok yang emang visualnya bagus. Di series Cinta dan Rahasia dia malah diceritain jadi beauty blogger.

Oh ya, satu hal yang bikin moodbooster sekaligus scene stealer di series ini adalah penampilan Asri Welas sebagai psikolog. Beneran deh, Mbak Asri ini nambahin bumbu lucu di series ini.

Baca Juga:   Ali & Ratu-Ratu Queens, ketika Orang Lain Jadi Ibu dan Ibu Jadi Orang Lain

Cerita klise dan too good to be true kayak gini pasti udah tahu banget lah ya endingnya gimana? Unsur-unsur lain kayak orang ketiga di dua belah pihak yang bikin satu sama lain cemburu dan menyadari perasaan mereka juga menghiasi cerita di series ini. Ketebak banget lah pokoknya. Buat kalian yang suka dengan cerita ber-plot twist pasti nggak akan masuk dengan premis dan alur cerita yang kayak gini.

Buat kalian yang pengen cerita ringan sambil cuci mata suasana Bali karena kangen Pulau Dewata gegara covid-19, coba deh nonton series ini. Mayan, buat tontonan sambil lalu.

0 Comments
Previous Post
Next Post