The Day of Becoming You, ketika Superstar Bertukar Jiwa

The Day of Becoming You, ketika Superstar Bertukar Jiwa

Selang sekitar sebulan setelah terciduk Dispatch berkencan dengan Lee Da In, Lee Seung Gi dirumorkan putus hubungan. Berita ini hampir ada di setiap portal Korea yang aku baca. Dan mirisnya rata-rata komennya malah bahagia mereka putus. Salah satu alasannya ya karena background keluarga Lee Da In yang nggak bagus dan ternoda sama catatan kriminal ayah tirinya.

Pas baca beritanya, kasihan sih aku. Lhaa dari mereka keciduk Dispatch, kehidupan Lee Da In dikorek banget. Ayah tiri Da In yang pernah bermasalah dengan hukum hingga menyeret nama ibunya bikin catatan hitam pada Da In. Alasannya ya apalagi karena Lee Seung Gi bintang besar dan kesayangan Korea. Mereka maunya jodoh Lee Seung Gi yang track recordnya baik hingga ke keluarganya. Karena ditakutkan, Seung Gi akan terseret-seret dan nama baiknya tercemar kalau bersama Da In yang notabene dirumorkan keluarganya punya catatan kriminal.

Sedihnya lagi, bahkan beberapa hari setelah mereka dikabarkan berkencan, ada sebuah truk dari para penggemar Seung Gi yang dikirimkan ke kawasan rumahnya dengan pesan yang garis besarnya menyuruh mereka buat putus. Belum lagi banyak pihak yang menyinggung serta membandingkan pacar baru Seung Gi dengan Yoona, mantannya. Padahal Seung Gi-Da In berencana naik ke jenjang pelaminan.

Sungguh, jadi pacar bintang besar kok rasanya repot banget. Ketahuan sedikit langsung dikuliti ke akar-akarnya. Kalau nggak cocok, orang lain berhak meminta mereka putus bahkan menjelek-jelekannya. Kisah Lee Seung Gi ini relate banget sama Drama China yang satu ini, The Day of Becoming You.

Sinopsis The Day of Becoming You

Judul: The Day of Becoming You
Judul China: 变成你的那一天 / Bian Cheng Ni De Na Yi Tian
Genre: Komedi, Romantis, Fantasi
Negara: China
Sutradara: Wang Zheng

Produser: Zhang Sheng An
Penulis Skenario: Wang Xiong Cheng
Produksi: Huace Media
Channel TV: IQIYI
Jumlah Episode: 26 Episode
Durasi: 45 menit/ EP
Masa Tayang: 17 Juni 2021
Jadwal Tayang: Kamis – Sabtu, Pukul 19:00 WIB (UTC+7)

Jiang Yi (Steven Zhang) merupakan seorang idol sekaligus leader boyband. Bersama 2 orang sahabatnya, Cheng Le Yi dan Pei Jia Shu, ia berada dalam naungan boyband Little Galaxy yang sedang berada di puncak popularitas dan digilai para penggemar khususnya cewek-cewek. Tapi di balik itu, Jiang Yi merupakan pribadi yang pendiam, dingin, dan memiliki luka batin pengasuhan yang sangat banyak.

Yu Sheng Sheng (Liang Jie) merupakan seorang wartawan hiburan yang berkepribadian ceria. Sheng Sheng juga memiliki keluarga yang hangat dan bahagia. Ia pun memiliki sahabat yang juga rekan kerja, Tong Hua, yang juga mengidolakan Little Galaxy. Hanya saja, mereka berbeda bias. Tong Hua mengidolakan Jiang Yi sedangkan Sheng Sheng sangat mengidolakan Pei Jia Shu.

Karena kebutuhan konten berita dan menaikkan angka pembaca, Sheng Sheng dan Tong Hua merencanakan sesuatu. Sheng Sheng diminta menyamar sebagai penggemar di gelaran ulang tahun Jiang Yi. Memanfaatkan tanggal ulang tahun Sheng Sheng yang sama dengan Jiang Yi, ia pun berhasil dipanggil ke depan dan diperbolehkan meminta apa saja dengan Jiang Yi. Sheng Sheng pun meminta makan malam bersama Jiang Yi. Padahal makan malam itu sudah dirancang untuk wawancara.

Jiang Yi yang tahu bahwa Sheng Sheng adalah fans palsu sempat menggagalkan makan malam mereka. Namun akhirnya, karena alasan publikasi dan nama baik ia pun mau menuruti rencana makan malam Sheng Sheng yang kedua. Mereka bertemu, wawancara, lalu makan malam. Ketika pulang, mereka berada dalam satu lift dan sialnya lift jatuh hingga membuat mereka pingsan dan tertukar jiwanya.

Jiang Yi yang biasanya kalem dan cowok banget dimasuki jiwa Sheng Sheng yang ceria. Sedangkan Sheng Sheng yang ceria dimasuki Jiang Yi yang cool. Mereka pun mencari cara untuk menukar kembali jiwanya.

Saat bertukar, Sheng Sheng merasakan kehidupan Jiang Yi. Di balik gemerlapnya sebagai artis, Jiang Yi ternyata sosok yang kesepian dan punya inner child issue. Sedangkan Jiang Yi di tubuh Sheng Sheng merasakan hangatnya cinta keluarga dan normalnya menjadi orang biasa.

Baca Juga:   Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota

Hubungan Jiang Yi dan Sheng Sheng ternyata terus berlanjut setelah mereka bisa bertukar jiwa kembali. Namun, setelah itu ternyata mereka berdua bisa tertukar jiwanya dalam situasi yang random dan melalui sentuhan fisik. Saking seringnya mereka bertukar jiwa dan berinteraksi, benih cinta pun tumbuh hingga akhirnya mereka memutuskan berpacaran.

Sayangnya, berpacaran dengan superstar bukan merupakan sesuatu yang mudah. Mereka harus kucing-kucingan dari paparazzi, wartawan, dan fans. Apalagi status Jiang Yi yang artis dan Sheng Sheng yang wartawan hiburan sangat bertolak belakang. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Mereka ketahuan berkencan dan fans pun menguliti Sheng Sheng habis-habisan. Sampai kehidupan pribadi dan kesehatan orang tuanya terganggu. Jiang Yi merasa bersalah dengan semuanya.

Lalu, akankah Jiang Yi mengorbankan karirnya demi bisa bersama Sheng Sheng? Atau ia memilih melepaskan Sheng Sheng demi keberlanjutan karirnya?

Review The Day of Becoming You

Sebelum mereview lebih lanjut drama ini, kesan pertama setelah akhirnya selesai menonton adalah ini drama yang bikin senyum. menghangatkan, dan banyak pesan tentang parenting.

Aslinya, aku tuh kurang suka drama fantasi semacam bertukar jiwa atau pacaran sama makhluk bukan manusia. Tapi karena lihat rekomendasi drama ini di akun drama Asia, akhirnya ku-download aja semua dan ternyata not bad.

Cerita soal pertukaran tubuh ini sudah diangkat di banyak drama dan film. Salah satu cerita yang mengangkat tema ini adalah Secret Garden yang dibintangi Hyun Bin dan Ha Ji Won. Meskipun terdengar nggak nyata, tema yang kayak gini layak dinikmati karena biasanya ada bumbu komedi di dalamnya. Apalagi kalau sosok tubuh pria baru dimasuki jiwa wanita dan sebaliknya. Tingkah mereka pasti adaaa aja yang bikin ngakak.

Dua orang yang jadi poros cerita ini adalah Jiang Yi dan Sheng Sheng. Sampai akhir, 90 persen cerita berputar pada mereka. Padahal biasanya Drama China banyak side love story yang porsinya cukup besar walaupun kadang membosankan.

Baca Juga:   Please Feel at Ease Mr. Ling, Kisah Cinta Klise CEO dan Gadis Miskin

Aku suka akting Steven Zhang saat dirasuki jiwa Sheng Sheng. Kocak banget tingkahnya. Sampai-sampai aku ngira ini orang aslinya melambai apa gimana sik, kok pantes banget gesture-nya. Di saat ini pula, aura ‘mewah’ dan gantengnya dia sebagai artis mendadak ilang ketutup sama kemayunya. Kadang juga aku ngerasa geli sendiri saking kemayunya dia.

Karakter Jiang Yi ini sebenarnya kasihan. Dia banyak menderita luka batin pengasuhan. Lha bayangin aja, anak broken home, ditinggal ibunya pergi ke luar negeri, sampai tinggal pindah-pindah di rumah saudaranya karena ayahnya nggak punya pekerjaan tetap. Pas besar masih jadi sandwich generation dan tulang punggung keluarga karena menghidupi ayah dan keluarga barunya. Belum lagi dia nggak punya teman dekat. Hidupnya hanya untuk kerja. Makanya dia kayak merasa diabaikan dan merasa nggak pernah dikelilingi cinta. Saking banyaknya trauma dia di masa kecil, dia sampai lupa kalau pernah dapat cinta dari orang tuanya. Cinta orang tuanya ketutup sama luka-luka masa kecil dia.

Dari sini, aku yang notabene sebagai ibu jadi memetik banyak pelajaran. Kayak berantem di depan anak aja meninggalkan bekas luka yang dibawa sampai dia besar. Belum lagi pengabaian orang tua Jiang Yi sama dia bikin luka itu semakin menganga.

Lha ibunya karena keadaan harus sibuk kerja, nggak bisa ngasuh dia, dan setelah cerai memilih mengejar impiannya ke luar negeri. Sebelas dua belas sama ibunya Ali di Ali & Ratu-Ratu Queens nih. Bedanya, ibu Jiang Yi lebih bertanggung jawab dengan pilihannya. Trus ayahnya juga ogah-ogahan mengasuh dia, giliran pas udah banyak uang dimanfaatin terus-menerus. Trus fansnya suka dia karena ya dia artis, yang diibaratkan sebuah pajangan. Kalau dia orang biasa, mungkin nggak ada yang mencintai dia. Sedihnya…

Baca Juga:   Ali & Ratu-Ratu Queens, ketika Orang Lain Jadi Ibu dan Ibu Jadi Orang Lain

Belum lagi ketika dia ketemuan lagi sama ibunya. Jiang Yi sedih dan kecewa banget. Tapi ibunya tahu, perasaan Jiang Yi valid dan dia nggak bisa mengubah masa lalunya. Yang bisa ia lakukan ya minta maaf dan memperbaiki masa depan. Jiang Yi pun akhirnya mau berubah, melunakkan hatinya, dan menerima kembali sang ibu. Yeah, menurutku ini penerimaan keadaan yang bikin dia ‘bersahabat’ sama inner child-nya. Sampai akhirnya dia juga menyadari kalau ibunya juga punya tempat dan kesempatan untuk mencapai mimpi-mimpi pribadinya. Penerimaan satu sama lain inilah yang bikin keadaan jadi lebih baik.

Sayangnya, Jiang Yi yang punya background sebagai seorang idol jarang sekali terlihat kegiatan keartisannya. Yang digambarkan cuma dia yang beberapa kali di studio musik atau sedang pemotretan. Padahal mah harusnya kasih dia adegan perform sama Little Galaxy satu kali aja biar kelihatan keidolannya. Atau dia perform solo/ sendiri. Ini justru nggak ada sama sekali, jadi mengaburkan background cerita sebenarnya Jiang Yi ini artis atau idol bukan sih? Kok santai amat kegiatannya.

Jiang Yi suka saat dia bertukar tubuh dengan Sheng Sheng. Karena Sheng Sheng lahir dari keluarga utuh dengan banyak cinta. Sedangkan Sheng Sheng yang mengira menjadi idola itu bakal dielu-elukan ternyata salah besar. Karena kalau di luar panggung, Jiang Yi ternyata kehidupannya suram dan banyak masalah.

Sheng Sheng ini juga diceritakan sebagai wartawan hiburan. Sayangnya, jarang buanget lihat dia ada scene liputan selain sama Little Galaxy. Trus udah gitu kerjaannya cuti muluk buat pacaran. Emang sih, kerjaan wartawan itu fleksibel banget. Asal udah selesai semua task atau target tulisan, ya waktu dia bebas. Walaupun bisa kerja remote juga tapi toh tetap sibuk. Tapi Sheng Sheng ini keseringan banget cuti atau izin cuma buat pacaran. Untungnya Tong Hua, sahabatnya, siap selalu back up dia.

Trus beberapa kali adegan wawancara, mereka kasih draft pertanyaannya dulu ke narasumber (kayak saat Tong Hua mau wawancara ke Pei Jia Shu). Lhaa ngapain disodorin draft pertanyaaan kalau mereka nggak minta. Emangnya nggak mau probbing (menggali pertanyaan dari jawaban narasumber)? Atau di Tiongkok memang budaya jurnalismenya gini? Padahal, sekelas Andi F. Noya aja rela membatalkan wawancara dengan SBY karena draft pertanyaan yang diberikan diutak-atik. Ini pun beliau mau kasih draft pertanyaan karena yang mau diwawancara sekelas presiden yang punya standar protokoler tertentu.Chemistry antara Steveng Zhang dan Liang Jie pun aku suka. Pun dengan penyelesaian masalah mereka yang nggak buru-buru dan realistis menurutku. Mereka punya spare waktu setahun buat menata semuanya dan memahami satu sama lain walaupun nggak bersama. Yah, walaupun semua penyelesaian ditumpuk di episode terakhir.

 

Di drama ini pula aku jadi tahu banget kalau atmosfer kehidupan selebriti di Tiongkok hampir sama dengan Korea dan bertolak belakang dengan Indonesia. Di Tiongkok dan Korea, idol dielu-elukan banget dan berita datingnya yang bocor bisa jadi malapetaka. Fansnya bisa ngamuk kalau ceweknya nggak sesuai dengan ekspektasi mereka kayak Sheng Sheng yang cuma pegawai kantoran biasa. Kayaknya fans tuh lupa kalau idol juga manusia yang pengen punya kehidupan layaknya orang normal. Mereka bebas jatuh cinta pada siapapun yang mereka mau. Kadang fans ini entah kenapa terlalu ngatur idolanya. Aku sendiri juga heran pas tahu sedikit kehidupan peridolan dan artis di sana.

Meanwhile di Indonesia kehidupan artis diumbar dan dibuka dengan senang hati melalui konten vlog. Lihat aja di Youtube, hampir setiap artis menjelma jadi konten kreator dengan konten daily vlog yang membahas kehidupan pribadinya. Parahnya lagi, kadang ada konten-konten settingan pacaran yang sengaja ditampilkan di media demi meningkatkan popularitas secara instan. Hiih!

So far, walaupun ceritanya rada klise dan nggak wow banget, aku suka drama ini. Menghangatkan dan punya banyak pelajaran penting yang tersisip soal parenting dan mental health. Adegan paling kusuka tentunya pas Jiang Yi bicara heart to heart sama ibunya. Memaafkan semua perlakuan ibunya di masa lalu adalah penyembuhan inner child dia yang terbaik. Dari sini pula, relasi dia dan ibunya jadi lebih baik.

Pace drama ini memang lumayan lambat menurutku. Tapi komedinya lumayan kok bikin aku ketawa walaupun nggak ngakak. Pelajaran hidup yang bisa diambil juga banyak.

Selamat menonton, ya!

0 Comments
Previous Post
Next Post