Progresnya Berapa Persen?, Kisah Cinta Bos Galak Jatuh Cinta dengan Bawahan

Progresnya Berapa Persen?, Kisah Cinta Bos Galak Jatuh Cinta dengan Bawahan

Sepanjang bekerja kantoran, pengalamanku jarang banget punya bos perfeksionis. Yang ada bos yang banyak maunya, wkwk. Apalagi bos ganteng yang perfeksionis dan berpihak sama anak buah itu tuh langka banget. Rata-rata bos ganteng kurang asyik, banyak maunya, dan ribet. Coba aja kalau ada bos ganteng yang berpihak sama anak buah, pintar, enak buat koordinasi, wuiihh pasti bakal enak banget. Sayangnya nggak pernah nemu yang kayak gini.

Kalaupun ada mungkin bosnya udah dilingkari cincin kawin alias nggak available lagi, haha. Tapi aku pernah kok punya bos yang asyik, mengayomi, rock n roll, n pintar, tapi ya itu nggak good looking. Karena sesungguhnya bos paket komplit itu adanya di novel sama drama. Apalagi yang sampai jatuh cinta diam-diam sama bawahan. Kayak di series ini, Progresnya Berapa Persen?

Sinopsis Progresnya Berapa Persen?

Genre: Drama, Komedi, Misteri
Pembuat: Viu Original
Didasarkan dari: Progresnya Berapa Persen? oleh Soraya Nasution
Pengarang: Fatmaningsih
Sutradara: Adhe Dharmastriya
Jumlah musim: 1
Jumlah episode: 15
Tanggal tayang asli: 5 Maret–17 April 2023

Kehidupan April (Michelle Ziudith) sebagai budak corporate sungguh bikin capek hati. Bekerja di bawah Dewangga Bayuzena (Omar Daniel) yang perfeksionis dan gila progres membuatnya stres setiap hari. Hampir setiap hari tugas-tugas yang tidak manusiawi dibebankan padanya. Kalau progresnya tidak bagus, dia akan menerima omelan dari bosnya itu. Namun, di balik kejutekannya itu ternyata Dewangga menyimpan perasaan terhadap April.

Selain harus menjadi bawahan dari bos galak yang perfeksionis, April juga harus bersaing dengan Beby, atasan baru yang juga anak sang bos dan teman dari Dewangga. Dari bersaing soal pekerjaan hingga cinta. Untungnya, ada Ryan, sang mantan terindah yang baru masuk ke kantornya membuat suasana kerja semakin berwarna selain keriaannya bersama teman satu timnya yang sering ia juluki dengan Hebringers.

Ibarat mundur kena maju kena, April tidak bisa keluar dari kantornya. Ia punya beban harus menanggung utang almarhum ayahnya dan jadi tulang punggung keluarga. Pekerjaan yang luar biasa capeknya pun harus tetap ia jalani demi dapur tetap ngebul. Sambil bekerja, ia juga membuka kembali kasus tabrak lari ayahnya yang terjadi lima tahun silam.

Dari penyelidikan kasus tabrak lari ayahnya, ada penemuan yang mengejutkan. Apalagi dari penemuan bukti, semua terkait dengan kantor tempat ia bekerja. Sejak fakta-faktanya mulai terkuak, hidup April berubah drastis. Apalagi kasus tabrak lari ini ternyata ada sangkut pautnya dengan sang atasan dan juga omnya.

Lalu bagaimana April harus bertahan untuk tetap mengais rezeki di sisi lain banyak bukti pahit di kantornya yang sangat cocok dengan tabrak lari ayahnya? Apakah perasaan cinta Dewangga mampu terbalas terhadap April yang sudah antipati duluan terhadapnya?

Review Progresnya Berapa Persen?

Btw, aku lihat trailer Progresnya Berapa Persen? (PBP?) di Viu nggak sengaja dan agak kaget pas cerita ini dijadikan series. Iya, karena aku baca ceritanya sejak masih on going di Wattpad, baca cerita lengkapnya di novelnya, trus penasaran banget lah pastinya pas lihat akhirnya diangkat jadi series. Padahal kukira yang akan dijadikan series tuh Over The Moon karena ceritanya bagus banget dan ini masih dari penulis yang sama, Soraya Nasution.

Berulang kali nonton gambar hidup yang diangkat dari novel atau cerita Wattpad emang harus menurunkan ekspektasi. Ya karena film atau series yang diangkat dari novel atau Wattpad pun akan beda banget karena beda media. Yang penting masih satu benang merah. Tapi untuk series yang satu ini BEDA JAUH COOYY!!!

 

Sumpah kaget aku pas akhirnya menyelesaikan series ini. Btw, aku ketahan sampai episode 8 pas ceritanya udah mulai keluar banget dari novel. Tapi akhirnya kuterusin dan kuselesaiin juga karena waktu itu pas nggak ada tontonan dan kesanku adalah “Ya Allah jadi begini amat ceritanya”.

PBP? di Wattpad tuh ceritanya romcom gitu. Kehidupan kantor dan percintaannya yang heboh dan lucu. Emang sih aku ngerasa part ketika Pakde dan Cik April jadian, pace-nya agak menurun. Tapi karena di media tulisan, jadi nggak bosan-bosan amat bacanya.

Aku maklum banget sih kalau akhirnya konfliknya diperuncing biar ketika ditampilkan di media gambar bergerak jadi lebih menarik. Tapi nggak nyangka aja kalau ceritanya jadi harus melenceng jauh. Bahkan genrenya aja jadi berubah. Masih ada soal office lyfe dan kehidupan percintaannya sih, tapi kerasanya kurang kental. Malah yang kerasa thriller dan misterinya.

Mana yang bikin aku mengkaget tuh masalah keluarganya April yang tiba-tiba kok begitu amat. Padahal kalau di Wattpad tuh nggak ada masalah sama keluarga April karena keluarganya tuh keluarga cemara gitu walaupun ayahnya udah meninggal. Tapi di series jadi malah pelik banget masalah keluarganya. Mana ini juga yang akhirnya bikin endingnya gantung.

Pun dengan misteri kematian ayahnya April. Kalau di novel ya udah meninggal karena kecelakaan aja gitu eh ternyata di series nggak. Meninggalnya karena tabrak lari yang berujung pembunuhan. Mana menyeret sosok yang ternyata nggak disangka adalah villain-nya. Dan menurutku misteri meninggalnya ayah April ini justru mencuri prosentase lebih banyak ketimbang romcom kisah cinta Pakde dan Cik Aprilnya sendiri.

Michelle Ziudith adalah aktris yang didapuk untuk memerankan tokoh April. Ini entah kali keberapa aku lihat aktingnya dan pertama lihat pangling banget loh aku karena jadi cuantik banget. Agak kaget juga karena series ini muncul nggak jauh setelah series booming-nya dia di Kupu-Kupu Malam jadi kadang aku suka ngelag nontonnya walaupun yang Kupu-Kupu Malam baru sempat icip 1 episode trus nggak dilanjut lagi karena geli.

Michelle Ziudith cantik, aktingnya bagus, dan dari segi postur cocok banget untuk disandingkan dengan Omar Daniel (karena di 2 series sebelumnya Omar Daniel selalu kebanting sama lawan mainnya yang tinggi-tinggi yaitu Anya Geraldine dan Aurelie) tapi menurutku kurang cocok aja untuk tokoh April versi bayanganku ya. April ini kan ceritanya imut, putih, dan sedikit sipit karena diceritakan keturunan Palembang, tapi profil muka Michelle Ziudith ini dominan ke blasterannya jadi aneh aja gitu ketika masih dipanggil jadi Cik April.

PakDe alias Dewangga Bayuzena adalah tokoh sentral yang menarik perhatian banyak orang termasuk aku buat terus mengikuti cerita PBP? ini. Di novel, Dewangga ini diceritakan sebagai sosok insinyur muda yang kaku. Dia cuma punya baju warna hitam, putih, abu-abu, dan batik. Dia juga udah berumur 34 dan dewasa banget pemikirannya. Walaupun galak dan perfeksionis tapi sosoknya melindungi anak buahnya.

Dan ketika peran Dewangga diberikan pada Omar Daniel, aku adalah salah seorang yang agak kecewa. Gantengnya Omar Daniel udah nggak bisa dibantah, tapi kurang berkharisma untuk jadi sosok PakDe. Karena yang aku tangkap di ceritanya, PakDe ini sosok yang kharismatik banget buat anak buah dan lingkungan kerjanya. Udah gitu mana aku baru juga nonton series-nya Omar yang Mantan Tapi Menikah, jadi perpindahan karakternya harus meraba-raba dulu karena mirip-mirip. Di series yang sebelumnya juga soal office romance dan dia juga jadi bos. Agak nyaru jadinya.

Di bayanganku pas baca cerita ini yang pas jadi PakDe tuh aktor-aktor senior macam Darius Sinathrya, Abimana, Rio Dewanto, atau paling mentok Refal Hady yang agak mudaan dikit deh. Dan di series-nya umur PakDe pun dikurangi jadi 28 ya yang mana di novel kalau nggak salah udah 30-an. Jadi PakDe sama Ryan kalau Orang Jawa bilang tuh unda-undi karena beda setahun tapi dari segi penampilan Ryan masih kelihatan muda banget, sementara PakDe udah kayak usia 30-an.

Ngomongin soal Ryan pun, di novel aku lihatnya dia tuh rival yang bisa head to head langsung sama PakDe. Kelihatan pintarnya dan berwibawa gitu. Tapi di series dibikin lebih innocent trus jadi bawahannya PakDe yang mana kalau saingan dikit, kunciannya PakDe ya ngasih tugas ke Ryan. Jadi nggak adil sih emang rasanya karena PakDe di series seolah pakai kekuasaannya buat ngalahin Ryan di persaingan buat mendapatkan April.

Yang kelihatan paling beda tuh ada tokoh Beby di series ini dan sangat menonjol. Sementara di buku emang ada cewek cantik saingan April ber-spek Putri Indonesia tapi nggak begitu menonjol. Sementara kalau penilaian subjektifku dilihat langsung, April sama Beby ya cantikan April kemana-mana. So, nggak relevan kalau April jadi insecure sama Beby karena dari segi muka dan penampilan April nggak kalah jauh kok, malah menang.

Adanya Beby di series emang jadi rada gengges buatku yang udah baca novelnya, mungkin kalau belum akan lain cerita. Tokoh Beby di series jadi memperuncing cerita dan konflik tapi jadi bikin series serasa sinetron karena sikap antagonisnya.

Salah satu hal yang bikin ngakak di novelnya adalah Hebringers dan tebak-tebakan baju PakDe-nya. Untungnya di series ini masih ada tuh genk. Hanya saja, tebak-tebakan warna baju PakDe yang jadi punchline ceritanya sedikit banget porsinya dan entah mengapa nggak bikin ketawa atau senyum di series-nya.

Di antara Hebringers yang karakternya paling lemah atau nggak menonjol di novel emang Andien. Surprisingly-nya Andien di series malah diubah drastis karakternya. Masih protagonis sih, tapi jadinya beda jauh sama di novel. Sementara Sheila dan Naufal masih on the track karakternya. Karakter dan cast yang jadi Naufal pun masih sama-sama sesuai bayanganku, ada kocak-kocaknya gitu.

Selain penokohan dan plot yang bedanya lumayan jauh dengan di cerita aslinya, ada banyak bagian dan juga tokoh yang menurutku agak gengges dan ngeselin aja gitu kalau pas dilihat. Kayak Ranu, adiknya April ini sumpahlah gengges banget karakternya. Di novel, karakter Ranu ini nggak begitu menonjol tapi di series entah kenapa diubah jadi troublemaker yang nyebelin. Apalagi pas dia dekat sama Dewangga.

Kalau di dunia nyata, nggak kebayang kalau adek lo ngutang diam-diam di belakang lo sama bos lo sendiri. Atau diam-diam adekmu minta traktiran sama bosmu. Atau di acara intimate birthday, ternyata adikmu malah ngundang bosmu di kantor yang sehari-hari udah bikin ilfeel.

Karakter Ranu ini juga yang bikin sosok Dewangga di series jadi nggak ada kharismanya. Malah jadi semacam bos gengges dan garing yang mau ngikut muluk acara karyawannya di luar acara kantornya.

Selain itu, persaingan cinta antara PakDe dan Ryan berubah jadi adegan yang cringe. Sosok PakDe yang dewasa dan kharismatik berubah jadi kekanakan ketika saingan sama Ryan. Padahal Ryan-nya juga B aja. Berasa nonton drakor dr. Cha pas bagian dr. Roy ketemu sama dr. Seo pasti karakter dr. Roy jadi kekanakan. Padahal aslinya dewasa dan kharismatik.

Sumpah, rasanya agak nggak rela salah satu cerita Wattpad yang aku sukai jadi berubah drastis gini saat diadaptasi jadi series. Apalagi komedinya jadi dikit, ketolong sama Naufal dan Hebringers aja nih. Tapi ya balik lagi, ceritanya mungkin disesuaikan dengan selera dan vibes gambar bergerak. Dan mungkin produsen series di Indonesia juga belum berani buat bikin drama yang genre-nya slice of life atau healing drama yang minim konflik.

So, kalau dibilang dramanya bagus ya nggak juga. Tapi juga nggak jelek-jelek amat. Saranku, mendingan yang udah baca buku nggak usah nonton atau sebaliknya karena malah akan berekspektasi tinggi dan jatuhnya membandingkan satu sama lain kayak aku gini. POV orang yang nggak baca novelnya mungkin akan mikir cerita series ini baik-baik aja, tapi karena pas masih on going di Wattpad, cerita ini tuh seru banget romcom-nya jadi agak sayang pas beda banget di series-nya.

Ini opiniku, kalau menurut kalian gimana nih?

0 Comments
Previous Post
Next Post