A Bussiness Proposal, Cinderella Story a la Drama Korea

A Bussiness Proposal, Cinderella Story a la Drama Korea

Suamiku pernah punya semacam start up bersama teman-temannya, semacam social media yang diperuntukkan bagi para traveller. Di tengah jalan, suamiku yang saat itu adalah web developer ternyata harus ditinggalkan teman-temannya karena berbagai kesibukan mereka. Jadilah sang developer menjelma tak hanya jadi programmer, tapi juga content writer, marketing, sampai bagian event.

Karena single fighter, akhirnya banyak pihak yang bekerja sama menamakan suamiku dengan ´CEO´. Termasuk saat ada undangan-undangan acara atau menginap di suatu tempat. Salah satunya adalah saat menginap di Bali. Aku baru tahu saat lagi menginap di Bali dan daftar breakfast atas nama ´CEO Trackpacking´. Duh lah ternyata begini rasanya jadi istri CEO, wkwkwk. Walaupun CEO ala-ala, ya bangga juga rasanya. Makanya nggak heran kalau banyak cewek halu pengen punya pasangan CEO. Udah berasa kayak Anastasia Steele kali ya yang nggak kelas lagi jalan-jalan pakai mobil mewah tapi justru pakai helikopter. Kayak drama yang satu ini, yang bikin halu para perempuan dapatin CEO yang sempurna, A Bussiness Proposal.

Sinopsis A Bussiness Proposal

Drama: Business Proposal (English title)
Revised romanization: Sanaematsun
Hangul: 사내맞선
Director: Park Sun-Ho
Writer: Hae Hwa (web novel), Han Sul-Hee, Hong Bo-Hee
Network: SBS
Episodes: 12
Release Date: February 28 – April 5, 2022
Runtime: Mon & Tue 22:00
Language: Korean
Country: South Korea

Shin Ha Ri (Kim Sejeong), seorang peneliti muda di GoFood suatu hari menyamar untuk menggantikan sahabatnya, Jin Young Seo (Seol In Ah), yang juga anak seorang konglomerat, untuk berkencan buta bersama seorang pengusaha muda. Untuk menolak kencan buta yang sudah diatur oleh para orang tua, Ha Ri dan Young Seo pun berencana untuk melakukan hal-hal absurd untuk membuat pasangan kencannya ilfeel.

Kang Tae Moo (Ahn Hyo Seop), CEO muda perusahaan GoFood didesak oleh sang kakek untuk segera menikah. Tanpa kenal lelah, melalui sang sekretaris, Cha Seung Hoon (Kim Mingue), sang kakek mengatur jadwal kencan buta dengan berbagai wanita. Saking banyaknya, sampai-sampai ia harus pergi ke Jepang hanya untuk sebuah kencan buta. Salah satu kencan buta yang sudah diatur oleh sang kakek adalah dengan Jin Young Seo, yang juga anak seornag chaebol.

Tanpa Kang Tae Moo sadari, perempuan yang ia kencani bukanlah Jin Young Seo asli. Sedangkan Shin Ha Ri pun kaget setengah mati karena pria yang ada di hadapannya adalah bos besarnya di kantor. Sejak itulah, Ha Ri berusaha mati-matian untuk menyembunyikan sosoknya di depan sang CEO agar ia tak kena pecat. Termasuk menghindar dari Pimpinan Kang yang juga kakek Kang Tae Moo. Hingga akhirnya beberapa kejadian tak mengenakkan pun terjadi dan nama Shin Ha Ri di-blacklist oleh Pimpinan Kang.

Namun, serapat-rapatnya rahasia ditutup akhirnya terbongkar juga. Kang Tae Moo pun tahu kalau Jin Young Seo yang asli bukanlah yang ia temui saat kencan. Untuk menyembunyikan identitasnya, Ha Ri memakai nama Shin Geum Hui. Kang Tae Moo pun mengajak Ha Ri yang beridentitas Shin Geum Hui untuk terus berpura-pura, termasuk berpura-pura pacaran di depan sang kakek.

Hingga suatu hari, Kang Tae Moo pun tahu identitas Shin Geum Hui yang sebenarnya. Namun, karena sudah sering bersama sebagai pacar pura-pura, Kang Tae Moo pun jatuh cinta dengan Shin Ha Ri. Begitu pun dengan Ha Ri. Mereka pun sepakat untuk berpacaran. Sayangnya, Pimpinan Kang yang akhirnya tahu semuanya tidak setuju dengan hubungan itu.

Lalu, akankah Ha Ri dan Tae Moo tetap bisa melanjutkan hubungannya? Atau mereka harus menyerah karena banyaknya perbedaan terutama dari segi materi yang dimilikinya?

Review A Bussiness Proposal

Sependek pengetahuanku, sejak booming film Fifty Shades of Grey, fenomena CEO-CEO-an tuh jadi populer banget. Apalagi cerita-cerita bertema Cinderella, kisah seorang CEO laki-laki nyaris sempurna ketemu sama perempuan B aja dari segi pekerjaan, otak, atau kekayaan, jadi marak banget.

Nggak di buku, wattpad atau platform baca cerita lain, drakor, drachin, bahkan series Indonesia pun ada. Kisahnya banyak gula-gula dan klise sih. Hanya saja semua tergantung dari gimana cara pengemasannya. Kalau menarik ya akan tetap diminati walaupun kita semua sudah tahu endingnya gimana.

Pun dengan cerita hubungan kontrak. Mulai dari pacar, tunangan, sampai istri kontrak ini selalu punya daya tarik sendiri. Apalagi kalau lihat drachin, isinya banyak tema kawin kontrak sampai jadi genre sendiri, wkwk. Yah bagaimana pun yang klasik asyik walaupun klise tetap diminati.

A Bussiness Proposal nggak jauh dari 2 tema itu. Selintas dramanya emang klise banget dan udah pada tahu endingnya bahkan tanpa harus baca webtoon-nya lebih dulu. Pernak-pernik kisah cinta hubungan kayak gini pun template banget kayak orang ketiga yang bikin cemburu, teman akrab yang jadi sahabat curhat, orang tua yang mendesak anaknya segera nikah, semua elemen biasanya ada di drama bertema CEO dan hubungan kontrak.

Kang Tae Moo adalah sosok yang kalau di dunia nyata mungkin nggak akan ada. Kalaupun ada sosoknya susah digapai. Dia adalah gambaran laki-laki sempurna hampir tanpa flaw. Kaya, ganteng, pintar, berpendidikan bagus, sukses memimpin perusahaan di usia muda, gila kerja, nggak punya waktu buat berkencan, dan segudang karakter template CEO yang selalu ada dalam cerita.

Kang Tae Moo juga dikenal narsis. Punya gerakan khas benerin rambut, Kang Tae Moo selalu merasa kekurangannya adalah tidak punya kekurangan. Si gila kerja yang kalau sudah jatuh cinta bucinnya setengah mati. Nggak cuma itu, untuk urusan cemburu, Kang Tae Moo nomer satu. Dia nggak mau Ha Ri dekat-dekat sama cinta pertamanya walaupun sekadar ngobrol bareng.

Sosok Tae Moo ini mengingatkanku sama Lee Young Joon yang diperankan sama Park Seo Joon di drama What´s Wrong with Secretary Kim. Flaw-nya Tae Moo pun dikiiitt banget dan nggak digali mendalam di dramanya. Dia hanya benci hujan karena punya kenangan buruk dengan hujan. Selebihnya, Tae Moo ini sempurna dan unreal.

Ahn Hyo Seop memainkan sosok Tae Moo dengan apik. Aku ingat banget, awal drama ini masih promo, banyak yang memandang sebelah mata Ahn Hyo Seop karena katanya sosoknya terlalu bermuka ´anak baik-baik´ untuk jadi Kang Tae Moo. Sedangkan di webtoon, konon sosok Tae Moo ini cool dan seksi. Ini kata netizen lho.

Jujurly, aku belum pernah lihat akting Ahn Hyo Seop sama sekali. Makanya nggak bisa lihat kemampuan aktingnya meningkat atau nggak. Tapi untuk drama ini, udah bagus kok. Memang karakter Kang Tae Moo bukan yang cool seksi gitu, lebih ke arah narsis. Tapi Ahn Hyo Seop mampu membawakannya dan jadi kocak.

Shin Ha Ri ditampilkan sebagai sosok Cinderella. Dia dari keluarga yang B aja, nggak pintar-pintar amat, cantik tapi nggak sadar dengan kecantikannya. Di sini keluarga Shin Ha Ri diceritakan banyak utang. Keluarganya nggak bisa dibilang miskin juga menurutku karena punya usaha restoran ayam goreng dan rumahnya layak. Ha Ri juga kerja di perusahaan benefit.

Yang aku suka, Ha Ri ini nggak diceritain sebagai cewek yang bloon, hanya modal tampang, dan hati yang tulus. Dia paling nggak diceritakan punya ´bargaining position´ sebagai karyawan berprestasi karena ide-idenya yang menghasilkan produk baru.

Ha Ri ini juga diceritakan cantik tapi jarang disadari orang-orang, termasuk Min Woo yang jadi cinta terpendamnya. Sayangnya, karakter-karakter kayak Shin Ha Ri ini masih dibumbui sama sifat clumsy yang bikin karakternya jadi menyebalkan menurutku.

Aku suka banget Kim Sejeong yang jadi Shin Ha Ri di sini. Dia cantik apalagi kalo udah nyamar jadi Shin Geum Hui, cantik banget. Suaranya juga aku suka, serak-serak basah gitu.

Selain kisah Ha Ri – Tae Moo, ada pula kisah cinta sekretaris Cha dan Jin Young Seo yang jadi second couple-nya. Banyak penonton, termasuk aku, yang lebih suka kisah cinta mereka karena karakternya kelihatan banget berseberangan, kocak, dan kisah cintanya lebih menantang. Ya ciri khas kisah cinta cowok cool dengan gadis ceria gitu. Apalagi ini si cewek lebih agresif dan cowoknya kulkas banget.

Selain kisah cinta dua pasangan dalam drama ini, yang aku suka juga sahabatannya Ha Ri-Young Seo. Sahabatan mereka kocak banget. Aku kebayang punya sahabat kayak Young Seo selain setia kawan dan kocak banget, bayangin aja dia pegang black card. Young Seo nyogoknya nggak main-main, langsung keluarin kartu saktinya. Siapa yang nggak luluh, cobak? Wkwkwkwk

Banyak juga penonton yang akhirnya oleng ke Sekretaris Cha daripada Kang Tae Moo karena Cha Seung Hoon ini lebih cool, misterius, lakik banget, kalau udah bucin jadi hot banget, trus juga sat set sat set kalo bahasa anak sekarang mah. Apalagi penampilannya nerdy gitu pakai kacamata tapi ternyata kalau bahasa anak sekarang tuh ¨kukira cupu ternyata suhu¨.

Kalau Seol In Ah dan Kim Mingue aku malah pernah lihat akting mereka. Di drama sebelumnya, Mr Queen, Seol In Ah tampil nyebelin banget karena jadi selir yang antagonis. Tapi di sini perannya bertolak belakang banget. Young Seo ini lebih ke kocak tapi juga rada-rada manja gitu. Tipikal anak orang kaya. Mana dia takut kecoa juga kayak aku.

Sedangkan Kim Mingue ini bermetamorfosis dari perannya di drama yang pernah aku tonton. Aku tahu dia dari Because This Is My First Life dan di sana lovely banget dengan rambut kriwilnya. Pas di drama ini, kalau nggak disebutin dia pernah main di BTIMFL aku nggak akan ngeh kalau itu dia karena style-nya beda banget. Karakternya juga beda. Kalau di BTIMFL dia tengil dan cute, di drama ini dia cool abeezz.

Kalau dilihat ceritanya udah pasti tahulah akan kayak gimana term-term khas Cinderella story gini, kan? Cerita yang template akan bagus kalau pengemasannya juga bagus. Sayangnya nih, menurut aku pace drama ini jadi terasa sangaaatttt membosankan ketika tokoh utama udah jadian. Ya udah gitu, udah aja jadian, happy-happy, banyak gula-gulanya, trus malah membosankan. Makanya sejak mereka jadian, aku rada angot-angotan nonton dramanya.

Karena apa? Karena ya masalah atau konflik yang ada di drama ini tuh ringan banget. Peak konfliknya menurutku ya soal jati diri Shin Geum Hui dan gimana Kang Tae Moo ngejar Ha Ri sampai dapat. Sementara hubungan mereka yang backstreet menurutku kurang kuat buat dijadiin konflik lain dalam drama ini.

Padahal restu kakek Tae Moo juga sebenarnya bisa jadi konflik utama, lho. Sayangnya, soal restu ini nggak dijadikan highlight benar-benar karena dari awal Tae Moo hanya diminta buat nikah, bukan buat nikah dengan orang yang sederajat dengannya karena karakteristik kakeknya emang baik, bukan yang serakah pengen menikahkan cucunya demi harta atau merger perusahaan. Sayang banget.

 

Cinderella story hampir dipastikan kebanyakan punya happy ending. Begitu pun dengan drama ini. Sayangnya, happy endingnya terasa seperti terburu-buru dan menggantung. Semua masalah ditimpakan di 2 episode terakhir, dari yang soal hubungan mereka ketahuan banyak orang, restu kakek Tae Moo, sampai penyakit sang kakek yang rasanya jadi ´kok tiba-tiba banget?´. Trus di akhir episode juga pakai ada adegan ke Amerika segala, mengingatkanku sama drama-drama China yang udah penyelesaian konflik tapi kok malah pisah.

Selain soal kisah cinta, kita juga bakal disuguhi office life atau kehidupan perkantoran di drama ini. Sedikit banyak aku jadi tahu gimana kerja para peneliti, yah semacam R&D-nya perusahaan makanan. Seperti halnya banyak drama berlatar belakang perkantoran, drama ini juga punya squad peneliti yang juga teman-teman satu divisi Shin Ha Ri. Tapi sayang, squad-nya aku kurang suka karakteristiknya karena mereka cenderung cringe dan kurang realistis. Kayak karakter Pak Gye ini cringe banget dari gaya dan style-nya. Padahal dia kerja di perusahaan besar.

So far, drama ini ceritanya ringan banget nggak pakai mikir dan berteori-teori. Buat kalian yang suka drama ringan, komedi romantis, atau Cinderella story yang bikin halu, drama ini cocok buat kalian karena ditinggal merem aja udah tahu jalan ceritanya. Nah, kalau kalian sukanya genre berat dan mikir, drama ini terlalu receh dan template buat kalian. Jadi, tentukan pilihanmu sekarang mau ditonton atau nggak.

Selamat menonton!

0 Comments
Previous Post